Langsung ke konten utama

ANAK LEMBU EMAS DI PADANG GURUN

Keluaran 32 : 1-25

Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka melalui Padang gurun. Demikian juga hidup kita, setelah kita keluar dari hidup dosa dan masuk dalam kehidupan lahir baru, sesuai waktu Tuhan adakalanya kita menghadapi padang gurun. *Dalam kondisi padang gurun hal-hal yang harus kita perhatikan adalah* :

1. Tetap percaya kepada Tuhan.

Bangsa Israel sudah mendengar dari Musa, bahwa Tuhanlah yang mengutus Musa untuk membawa bangsa Israel ke tanah perjanjian.

Keluaran 6:7-8 (TB)  (6-6) Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir. 

(6-7) Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN." 

Perkataan umat Israel yang tidak memegang perkataan Tuhan saat di padang gurun 

Keluaran 32:1 (TB)  ...

kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

Perkataan Tuhanlah yang harus kita ingat saat di padang gurun. 

Kalau Tuhan berjanji, pasti tidak akan diingkariNya.

2. Memandang dengan iman, bukan dengan pandangan lahiriah.

Bangsa Israel mendesak membuat allah berupa anak lembu emas. Kembali kepada kebiasaan Mesir yang menyembah Baal.

Bangsa Israel seharusnya 

percaya Allah bersama mereka. Walau mereka tidak melihat wujud Allah tapi bukankah penyertaan Allah itu nyata? Dibandingkan Baal apa yang sudah dan bisa dilakukan benda mati itu? Bukankah tidak ada?

Dampak ketidaktaatan bangsa Israel :

Mengalami kematian di padang gurun. 

Keluaran 32:28 (TB)  Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

 *Sesulit apapun hidup di padang gurun, tetaplah percaya Allah kita Imanuel. Tuhan Yesus memberkati.*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020. Ps. Yusak Yedutun Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sed...