Langsung ke konten utama

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020.

Ps. Yusak Yedutun

Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 

Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

"Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 

Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 

Ada janji kekal yang Tuhan berikan kepada kita. Dalam suatu perjanjian, kedua belah pihak harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam perjanjian itu. Begitu juga perjanjian kita dengan Tuhan. Janji Tuhan :

Memberikan hidup yang kekal kepada kita, hal ini bukan bicara  nanti nunggu kita meninggal tetapi tentang kehidupan yang kita jalani sekarang ini. Persyaratan supaya kita mendapat kehidupan yang kekal adalah:

1.  Jangan melepas kepercayaan kita kepada Tuhan. 

Kepercayaan artinya memberikan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan. Iman itu adalah memberikan hidup kita kepada Tuhan dan melakukan yang Tuhan mau. Walau kehidupan jasmani  yang kita alami tidak menyenangkan, dan tidak baik, jangan sampai karena semua itu kita berbuat salah kepada Tuhan. Kita jangan melihat kondisi yang ada, tetapi kita harus tetap hidup dalam iman. Abraham mengalami lawatan Tuhan, dan mengikuti Tuhan. Iman adalah ikut dan melakukan kehendak Tuhan. Dalam kehidupan yang kita alami, kita harus memiliki iman. Bukan iman ingin memiliki mobil atau perusahaan dll. Iman tidak ada hubungannya dengan yang jasmani. Karena kalau iman dikaitkan dengan hal-hal jasmani, disaat tidak mendapatkannya bisa kecewa maka aku sudah beriman, mengapa Tuhan begini dan begitu? 

Iman adalah mempersembahkan hidup kepada Tuhan atau hidup dalam kebenaran itulah arti iman. Contohnya Nuh. Walau lingkungannya jahat, tetapi Nuh tetap hidup benar, itulah yang dinamakan iman. Hal jasmani akan mengikuti kita. Matius 6:33 (TB)  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Iman jangan diukur dengan hal yang jasmani,  iman sesuatu yang kekal. Sebab itu kita perlu hidup dalam iman, dalam kebenaran.

2. Ketekunan. 

Ketekunan berbicara tentang suatu pekerjaan. Apa sih pekerjaan kita? Kita harus bertekun dalam pekerjaan Tuhan. Contohnya ibadah. Ibadah adalah pekerjaan kekal. Latihan badani terbatas gunanya tetapi ibadah bermanfaat untuk kehidupan sekarang ini dan yang akan datang. Kehidupan adalah kekekalan. Kehidupan adalah roh kita yang terus menyatu dengan Roh Tuhan, itulah kehidupan yang sesungguhnya. Lebih berharga baju atau tubuh? Lebih berharga roh atau tubuh? Firman Tuhan katakan apa gunanya kamu memperoleh 1/3 dari Bumi ini jika jiwamu binasa? Artinya roh kita harus manunggal dengan  Roh Allah. Kita harus ibadah dengan tekun, berdoa dengan tekun, merenungkan Firman Tuhan, itu semua adalah pekerjaan kekal. Ayo kita bertekun, bagaimana caranya? Dalam hidup kita ada namanya hati nurani. Hati nurani adalah tempat untuk ngobrol dengan Tuhan. Mari ajak Tuhan ngobrol, lakukan dengan tekun.

3. Lakukan kehendak Allah. 

Kehendak Allah itu apa? Kehendak Allah adalah melakukan kebenaran. Mencari kehendak Allah setiap hari dalam hidup kita itu sangat penting. Mari kita coba lakukan, pagi hari kita tanya Tuhan, apa yang mau Tuhan untuk aku lakukan hari ini. Sering-sering ajak Tuhan ngobrol. Kalau hati nurani jarang mengajak Tuhan ngobrol. Hati nurani kita bisa tumpul. Mari kita melakukan kehendak Allah dalam keseharian kita. Selama Yesus hidup di muka Bumi, Yesus tidak pernah berbuat dosa karena Yesus menghidupi Roh Kekekalan yaitu Roh Kudus. Mari kita mengerjakan kekekalan dalam hidup keseharian kita. Kita taklukkan orang kuat yaitu diri kita sendiri dengan Roh Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini