Langsung ke konten utama

Zakharia Bisu

Lukas 1 : 5-25

Zakharia adalah imam dari rombongan Abia. Dan Elisabet istrinya adalah keturunan Harun. Artinya Zakharia dan Elisabet adalah orang yang mengetahui dan mendengar tentang perbuatan-perbuatan besar Allah bukan dari kata orang tetapi dari orang tuanya turun menurun karena mereka adalah keturunan imam Harun dan rombongan Abia.

Pertanyaannya mengapa Zakharia tidak percaya sehingga menjadi bisu?

 1. Elisabet mandul dan mereka lanjut umur.

Fakta ilmiah dan kebiasaan di Bumi. Zakharia dan Elisabet walaupun keturunan imam, tetapi masih mengukur masalah dengan hal-hal yang biasa terjadi di dunia. Padahal Tuhan mempunyai kuasa yang melampaui semua hal biasa yang terjadi di Bumi. Apabila memang rencana Tuhan maka tetap hal itu yang akan terjadi.

Tantangan  iman Zakharia dan Elisabet :

1. Desakan orang banyak/orang sekitar mereka

Lukas 1:59 (TB)  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, 

Kita sering terjebak/terdesak keadaan di depan banyak orang untuk melakukan hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Orang bilang berada dalam lingkaran setan, berada dalam sistem yang salah. Tetapi sikap tegas Elisabet tetap mengatakan bahwa nama anak itu adalah Yohanes. Elisabet tetap teguh dalam melakukan kehendak Tuhan.

2. Tradisi 

Lukas 1:61 (TB)  Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." 

Kebiasaan yang dianggap baik dan menjadi tradisi tetapi bukan kehendak Tuhan menjadi  tantangan Zakharia apalagi dia adalah imam yang menjadi panutan org Israel. Tetapi Zakharia tetap melakukan kehendak Tuhan dan menamai anaknya dengan nama Yohanes, nama sesuai perintah Tuhan.

Akibat ketidaktaatan: menjadi bisu

Bisu artinya tidak dapat berbicara dengan orang lain, atau orang lain tidak bisa mengerti bahasanya.

Kita beritakan Firman Tuhan tetapi orang lain tidak dapat memahaminya. Mengapa? Jawabannya adalah karena kita sendiri tidak yakin akan yang kita sampaikan. Kita juga tidak percaya sama seperti Zakharia. Bagaimana kita dapat meyakinkan orang lain kalau kita sendiri tidak yakin.

Apa yang kita sampaikan kepada orang lain seharusnya lahir dari keyakinan kita kepada Tuhan. Hal itu akan membuat kita mampu untuk berbicara dan membungkam iblis.

Dampak dari ketaatan kepada Tuhan:

1. Sembuh dari kebisuan

Lukas 1:64 (TB)  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

2. Menjadi berkat bagi banyak orang. Melahirkan banyak orang yang takut akan Tuhan.  Menyaksikan kemuliaan Tuhan.

Lukas 1:65-66 (TB)  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Tuhan Yesus memberkati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020. Ps. Yusak Yedutun Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sed...