Langsung ke konten utama

Fakta: Negara Terkaya Bukan Negara Terbahagia

 *Fakta: Negara Terkaya Bukan Negara Terbahagia*


Negara paling bahagia di dunia kembali disematkan ke Finlandia. Dalam hasil studi World Happines Report yang diterbitkan Maret 2020 tersebut, Finlandia menempati posisi teratas.

Ada beberapa hal yang membuat Finlandia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Tingkat korupsi pejabat di Finlandia disebut sangat rendah. Bahkan, kepolisian di Finlandia disebut sebagai polisi paling dapat dipercaya di dunia.


Jika kita melihat daftar negara terkaya, Finlandia tidak termasuk diantaranya.


 *Lukas 11:28 (TB)  Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."* 


Tuhan sudah menyampaikan melalui FirmanNya bahwa kebahagiaan bergantung kepada jika seseorang melakukan Firman Tuhan dalam kehidupannya sehari-hari.


Duniapun mengakui ini dari fakta di atas, bahwa mengapa Finlandia disematkan sebagai negara nomor 1 negara bahagia, bukan karena kekayaan negaranya tetapi karena memiliki pemerintahan yang jujur, mereka jujur karena mereka mengenal Tuhan dan jalan-jalan Tuhan.


Jadi, jika kita, keluarga  dan semakin banyak lagi yang hidup melakukan Firman Tuhan maka semakin banyak yang merasakan kebahagiaan melalui hidup kita.


Menjadi kaya bukan jawaban untuk bahagia, tetapi hidup dalam Firman Tuhan adalah kunci menjadi bahagia.


Tidak salah menjadi kaya, yang salah adalah jika karena mengejar kekayaan menjadi orang yang melanggar Firman Tuhan. 


Mari kita terus menjaga kebahagiaan yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita, dengan terus menjalin hubungan dengan Bapa, jika tidak kita tidak akan mampu untuk melakukan Firman Tuhan. Kita mampu hanya karena RohNya.

Haleluya Tuhan Yesus memberkati.


 *Jangan lupa untuk berbahagia*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020. Ps. Yusak Yedutun Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sed...