Shalom Bapak Ibu yang dikasihi dan diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus, kiranya kemurahan dan kelimpahan dari Bapa Surgawi terus menerus diarahkan buat setiap kehidupan kita, hari ini dan sampai selama-lamanya.
Bapak Ibu Saudara, Mari kita teruskan kesukaan kita akan firman Tuhan oleh karena ketika kita di dalam firman Tuhan maka kita akan melihat kemuliaan Tuhan dikerjakan dalam kehidupan kita. Ketika dengan penuh iman melihat kemuliaan tersebut dan tetap memandang dan berada dalam firman Tuhan maka Roh Allah akan mengubah kita sehingga semakin serupa dengan apa yang kita lihat di dalam firman Allah. Namun hal itu akan terjadi jika kita bersedia dan sepakat dengan firman Tuhan karena tidak mungkin Roh Allah akan bekerja memperbaharui kehidupan kita apabila kita tidak memiliki waktu dan kerinduan terhadap FirmanNya. Karena perubahan terjadi secara berangsur-angsur dari kemuliaan kepada kemuliaan. Setiap kali kita sudah mencapai tingkat kemuliaan tertentu Tuhan akan menunjukkan tingkatan yang lebih tinggi dan mendorong kita untuk terus maju semakin tinggi lagi. Transformasi atau perubahan bergantung kepada dua hal:
1. Kita harus sering memandang dengan penuh iman kepada firman Allah
2. Semuanya bergantung pada apa yang dikerjakan Roh Kudus, ketika kita memandang dan bersedia tinggal di dalam firman Allah, ketika kita sering berkaca dan bercermin pada firman Tuhan untuk memeriksa kondisi kerohanian dan status hubungan pribadi kita dengan Tuhan.
Jadi transformasi itu terjadi dengan urutan sebagai berikut komitmen atau penyerahan diri kita, lalu terjadi transformasi dari dalam kemudian baru kita akan melihat dan mengerti rencana dan tujuan Allah dalam kehidupan kita.
2 Korintus 4:17-18 (TB) Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.
Menurut Rasul Paulus dalam proses transformasi kita harus mengalami apa yang disebut dengan penderitaan tetapi penderitaan ini adalah penderitaan yang bermanfaat karena akan mengerjakan rencana Allah di dalam kehidupan kita, asalkan saja kita rajin terus memandang kepada hal-hal yang tidak kelihatan dan jangan hanya berfokus kepada keadaan yang kelihatan dan masalah-masalah yang terus-menerus mengganggu kehidupan kita. Menurut Rasul Paulus sebetulnya nya hal-hal yang dilihat oleh mata itu bersifat sementara saja, sedangkan yang bersifat kekal memang tidak terlihat dengan kasat mata. Kita harus melihat yang tidak kasat mata yaitu rencana- rencana Tuhan untuk kehidupan kita ini. Untuk itu kita harus dengan penuh iman mengamati , bercermin kepada firman Tuhan, jika kita tetap melakukan hal itu maka Roh Kudus akan memperlihatkan rencanaNya, menyingkapkan rancanganNya buat setiap kehidupan kita. Itulah arah kemana Tuhan sedang menuntun kita dan itulah yang sesungguhnya Tuhan dambakan dan harapkan dalam kehidupan kita.
Janganlah kita pernah berhenti untuk melihat dengan iman dan janganlah sekali-kali membiarkan mata kita tidak melihat lagi ke dalam firman Tuhan. Roh Kudus akan terus menerus mengubahkan kita dan kita pun akan menjadi seperti yang terlihat oleh iman kita, tiap kali kita menerima dan mengimani sesuatu kepada kebenaran yang baru kita akan mengalami transformasi lebih lanjut lagi. Melalui proses inilah kita akan meningkat kepada kemuliaan menuju kemuliaanNya yang lebih tinggi . Oleh karena itu kita jadikan firman Tuhan sebagai panduan hidup sebagai yang terutama, menjadi petunjuk yang memberikan arahan buat setiap kehidupan kita. Marilah kita semakin mencintai firman Tuhan
Mazmur 119:127-131 (TB) Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.
Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.
Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
Raja Daud memiliki kerinduan yang begitu dalam untuk senantiasa selalu mencintai firman Tuhan, menganggap kecintaan kepada firman Tuhan melebihi kesukaannya terhadap emas. Kemudian Raja Daud melanjutkan kesukaannya terhadap firman Tuhan yang dinyatakan di ayat 129.
Mari kita jadikan firman Tuhan sebagai yang terutama di dalam kehidupan kita oleh karena hanya firman Tuhan lah yang sangat menentukan jalan-jalan kita kepada jalan-jalan kehidupan, kepada jalan penuh berkat dan kepada jalan keselamatan yaitu Yesus Kristus Tuhan Yesus memberkati Shalom
Komentar
Posting Komentar