Langsung ke konten utama

Respon Terhadap Masalah

Senin 26 oktober 2020

Renungan Firman Tuhan oleh Pak Daud istianto 

Syalom Bapak Ibu Saudara jemaat yang diberkati dikasihi oleh Bapa Surgawi kembali saya mengajak kita untuk belajar Firman Tuhan agar kehidupan kita semakin menggenapi rencanaNya di dalam setiap kehidupan kita.

Saya akan mengawalinya dengan sebuah kehidupan nyata seorang Hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa di dalam kegiatan dan pelayanannya dia juga hamba Tuhan yang sangat luar biasa didalam menghidupi Firman Tuhan, nama hamba Tuhan ini adalah Watchman Nee, hamba Tuhan ini tergabung dalam sebuah kelompok atau komunitas yang mendedikasikan kegiatan komunitasnya ini kepada pekabaran Injil suatu ketika hamba Tuhan ini mengalami suatu permasalahan yang sangat sulit, sangat tidak nyaman karena secara mendadak komunitas penginjilannya memanggil dia dan memarahinya ,menyatakan bahwa dia telah berbuat sesuatu yang tidak patut , yang sangat tidak baik dan tercela yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang hamba Tuhan. Dalam persidangan singkat tersebut hamba Tuhan ini dinyatakan bersalah oleh karena diketahui dia telah mengijinkan seorang wanita tinggal bersamanya beberapa hari di rumahnya dan akhirnya hamba Tuhan ini diberhentikan secara tidak hormat sebagai anggota komunitasnya.

Di dalam persidangan yang sangat singkat tersebut hamba Tuhan ini sama sekali tidak memberikan pembelaan dan menerima begitu saja keputusan pemecatannya,  hamba Tuhan ini juga tidak tampak marah atau tersinggung dengan peristiwa pahit yang diterimanya , hamba Tuhan ini tetap saja seperti biasanya terhadap teman-temannya.  Hamba Tuhan ini mengasihi mereka , tetap menjaga hubungan baik dengan mereka dan terhadap semua orang yang telah mengetahui penyebab dia harus dipecat dari kelompoknya sekalipun faktanya banyak orang mulai menjauhi dan menolak kehadirannya.

Enam (6) bulan berlalu dari persidangan yang singkat dan menyakitkan tersebut kemudian muncullah kebenaran di tengah masyarakat dan termasuk dalam kelompok penginjilan hamba Tuhan tersebut bahwa ternyata perempuan yang sempat datang dan menginap beberapa hari di rumahnya adalah Ibunya.  Ibu hamba Tuhan ini memang tinggal di kota yang agak jauh dari tempat tinggal hamba Tuhan ini, Ibunya datang untuk berkunjung dan menjenguk anaknya singkat cerita,  nama Hamba Tuhan ini dipulihkan dan dia diterima kembali sebagai anggota di dalam kelompok penginjilannya.  

Yang sangat mengherankan bagi banyak orang adalah mengapa hamba Tuhan ini tidak memberikan pembelaan atau menjelaskan kejadian atau peristiwa yang sebenarnya . Hamba Tuhan ini menjawab dengan singkat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya,  hamba Tuhan ini menjawab dengan singkat saja katanya karena di dalam persidangan tersebut tidak ada yang bertanya kepada saya Siapakah wanita yang datang menginap di rumah saya tersebut. 

Jadi ternyata bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan, persidangan itu tiba-tiba saja menyatakan hamba Tuhan ini bersalah tanpa bertanya Siapakah wanita yang menginap beberapa hari di rumahnya yang ternyata adalah ibunya.

Lalu pelajaran apakah yang kita ambil dari peristiwa yang dialami oleh hamba Tuhan ini. Ini  adalah tentang bagaimana seseorang merespon sebuah masalah yang menimpa dirinya :

1. Jika seseorang tidak hidup dalam Firman,  dalam kasih Allah yang nyata maka responnya terhadap sebuah masalah yang sedang dihadapinya,  dia akan cenderung menjauh dan pergi meninggalkan orang-orang yang dianggap memiliki masalah dengannya, 

2.Sedangkan seseorang yang hidup di dalam firman oleh kasih Allah yang nyata maka dia akan merespon masalah yang menimpa dirinya, tetap menerima dan mengasihi orang-orang yang ada di sekelilingnya, termasuk orang-orang yang dianggap memiliki masalah dengan dirinya sekalipun dia mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan bahkan penolakan atas dirinya. Karena justru dalam keadaan yang tidak baik adalah merupakan kesempatan terbaik untuk menyatakan kasih Allah dalam 1 Petrus 1:22 (TB)  Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

1 Petrus 4:8 (TB)  Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 

Sehat selalu, tetap semangat. Tuhan Yesus memberkati. Syalom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020. Ps. Yusak Yedutun Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sed...