Langsung ke konten utama

PEMBENTUKAN TUHAN


DIBENTUK DIBAWAH* *DIPERSIAPKAN UNTUK* *TEMPAT YANG* *TINGGI* 

 2 Timotius 2:21 *"Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia."*

RENUNGAN HARI INI :
  Seorang pria tiba-tiba kehilangan pekerjaannya sehingga ia harus menjual rumahnya untuk menutupi biaya hidupnya. Tak lama kemudian istrinya meninggal dunia. Ia kehilangan semua yang ada padanya kecuali imannya. Suatu hari ia bermaksud mencari pekerjaan. Di suatu tempat ia berhenti untuk mengamati seorang bapak yang sedang memahat batu untuk bangunan Gereja. Bapak itu begitu terampil memahat sebuah batu berbentuk segitiga yang sedang dikerjakannya. Kemudian pria itu bertanya, "Akan ditaruh di manakah batu itu, Pak?" Bapak itu menjawab, "Kau lihat bagian yang masih terbuka di puncak menara itu? Di sanalah batu ini akan ditempatkan. Saya sengaja memahatnya di sini supaya benar-benar pas untuk diletakkan di atas sana."
  *Sebagian kita mengalami permasalahan dan kesusahan yang begitu berat dalam kurun waktu tertentu. Seperti batu yang dirancang untuk menempati puncak menara gereja tersebut, ia harus dibentuk di bawah dan dipahat untuk mengeluarkan bagian-bagian yang tidak sepantasnya.* Proses pembentukan seperti itu *tidak pernah mendatangkan rasa enak, malah sebaliknya penderitaan.* Tapi tetaplah teguh dalam iman. *Semua itu bersifat sementara, karena setelah itu kemuliaan akan datang.* Seorang bijak berkata, "Rasa sakit atau penderitaan yang mendera manusia jasmaniah kita, seringkali mendatangkan kekuatan besar bagi manusia batiniah kita. 
  Jika saat ini kita sedang berada di bawah dan mengalami pukulan demi pukulan dan pahatan demi pahatan, ingatlah bahwa *Sang Pemahat Agung sedang membentuk kita untuk ditempatkan di tempat yang lebih tinggi.* Percayalah pada keahlian-Nya sekalipun untuk mendapatkan perabot yang mulia dan dianggap layak harus melalui sebuah proses yang menyakitkan. Tapi dengan cara itulah Ia bisa menempatkan kita di Puncak Menara.  *Marilah kita belajar  untuk tetap setia memandang kepada Tuhan  dengan iman yang teguh pada saat kita  sedang mengalami proses pembentukan diri kita...* serahkan kepada Sang Pemahat Hidup Ini karena Ia sangat tahu jalan hidup kita sedang menuju kepada Kemualiaan dan kekekalan Abadi didalam..Sorga Amien 

Tetap semangat
Tuhan Yesus memberkati

🙏😇 By; *Ps.Lius Lontoh*
(IG, FB, Youtube)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020. Ps. Yusak Yedutun Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sed...