Langsung ke konten utama

MANUSIA SEPERTI RUMPUT




*MANUSIA SEPERTI* *RUMPUT* 
--------------------------

"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi."  *Mazmur 103:15-16*

*RENUNGAN HARI INI :*
Saat berada dalam kemapanan ekonomi, berjaya, di puncak karir, atau segala sesuatu tersedia, manusia seringkali merasa berada di atas angin, *lupa diri dan seolah-olah tidak membutuhkan Tuhan...* Mereka lupa bahwa berkat-berkat yang dinikmatinya datangnya dari Tuhan Sang Sumber berkat.  *Mereka berpikir bahwa nafas hidup, tubuh yang sehat, kekuatan, kepintaran, kemampuan untuk berkarya, itu semua datang dengan sendirinya..* Jika bukan karena Tuhan, dari manakah semuanya itu?

Tidak ada alasan sedikit pun bagi manusia untuk membusungkan dada atau menyombongkan diri sekalipun ia punya segala-galanya.  Jangan pernah berkata karena memiliki uang banyak dan harta yang melimpah, lalu kita bisa hidup lebih lama di dunia, dibandingkan dengan mereka yang tak punya apa-apa.  *Pemazmur menyatakan bahwa kehidupan manusia di dunia ini  _"...sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat."  (Mazmur 144:4),  "...apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.  (ayat nas)._*

Jangan sampai kita bernasib seperti orang kaya yang bodoh, yang membangga-banggakan harta kekayaannya:  _"Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?"  (Lukas 12:20)._
*Kita tak lebih dari pada embusan nafas  (Yesaya 2:22), jangan pernah sombong!*

🙏😇
By; *Ps.Lius Lontoh*
(Instagram, Youtube, Fb)

Selamat pagi 
Selamat beraktifitas 
Semangat Sehat 
*Tuhan Yesus memberkati*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020. Ps. Yusak Yedutun Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sed...