Shalom puji Tuhan.....
Saya mau menyaksikan cinta kasih perlindungan Tuhan atas keluarga kami.
Sabtu, 11 April 2020 kami sekeluarga ( suami, saya dan Anggun bayi kami yang berusia 7 bln) berangkat ke kampung kami Pilang. 2 jam dari kapuas Kalimantan Tengah. Karena memang ada urusan mendesak yang diurus di sana. Mumpung ada waktu libur suami. Kami brgkt sekitar 8.30 pagi...dari rumah. Sebelum perbatasan Basarang suami minta gantian nyetir karena mengantuk. Saya nyetir, suami duduk di belakang nemani anggun yg ada di ayunan. Kami buat ayunan pake sarung panjang. Anggun tidur. Setelah berhenti di perbatasan di Basarang oleh satgas covid, kami boleh lalu. Masuk daerah Mintin. Saya memberi hp dan tas pinggang punya suami ke belakang sambil posisi nyetir, saat itulah mobil langsung ke pinggir keluar dari jalan. Saya tidak mengerti persis bagaimana kejadiannya, karena begitu cepat kejadiannya. Tapi yg paling masuk akal mgkn krn menoleh beri hp ke belakang, ban mobil keluar dr badan jalan, dan setelah itu kami begitu kencangnya sekitar 25 meter berada di pinggir jalan. Akhirnya berhenti , kebentur tunggul ( kayu ) syukur lah tidak ada org yg jln yg kami tabrak, syukur karena tidak masuk parit karena 1 jengkal lagi parit, dan 10 mtr lg di dpn kami sdh ada warung org. Saat itu...suami lansung bilang anggun mana?
Ternyata anggun sudah keluar dari ayunan dgn posisi sudah ada di bawah kaki tempat duduk depan samping sopir. Terlempar dari ayunan dr kursi belakang sopir ke depan.
Bagi saya mujizat karena anak kami anggun tidak luka sedikitpun. Bahkan lecet juga tidak ada. Ini yg mau saya saksikan.
Bagaimana mujizat Tuhan telah terjadi melindungi kami.
Sampai sekarang, kami masih merenungkan dan merasa ngeri memikirkan anak kami sudah ada di depan yg awalnya berada di ayunan di tengah tempat duduk belakang sopir.Kejadian nya begitu cepat. Tetapi yang pasti bagi kami adalah mujizat Tuhan Yesus anak kami tdk luka sedikitpun. Melihat kerusakan mobil, ban mobil pecah, termos air yg kami bawa juga pecah, sapu yg kami bawa di bagasi belakang juga patah. Pegangan tangan di atas pintu samping tempat suami berpegangan juga lepas.
Sekali lagi terpujilah Tuhan Yesus Allah kita yg hebat. Haleluya...
Ada hal-hal yang Tuhan ajarkan....
1. Pagi bgn tidur , saya dan suami memang ada berdoa. Tp sebelum berangkat kami tidak ada doa khusus. Jadi , mulai skg saya akan berdoa seblm brgkt termasuk mau ke sekolah. Biasanya kadang doa , kadang tidak. Hanya bilang Tuhan kami berangkat.
2. Kalau nyetir jangan sekali-sekali lakukan aktifitas lain. Lebih baik berhenti. Ampuni hamba Tuhan
3. Saya harus saksikan perlindungan Tuhan ini.
Komentar
Posting Komentar