Langsung ke konten utama

KEHENDAK TUHAN


KEINGINAN YANG TAK SAMPAI*
-----------------------

Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." 
*(1 Raja-Raja 21:4a)*

*Seorang anak biasanya mengingini sesuatu yang dimiliki teman-temannya. Namun, bagaimana jika keinginannya tidak dipenuhi orangtuanya?* Setiap anak mempunyai tanggapan dan sikap yang berbeda-beda. Ada yang biasa saja, kecewa, jengkel, bersungut-sungut, menangis, bahkan merajuk.

*Ahab bukanlah orang yang tidak punya apa-apa..* Ia raja Samaria. Sebagai seorang raja, ia memiliki kuasa dan kekayaan yang sangat banyak. *Suatu hari entah mengapa muncullah keinginan dalam hatinya untuk memiliki kebun anggur Nabot yang ada di samping istananya..*
 Keinginan yang kuat itu membuatnya merasa harus memiliki kebun Nabot dan memberikan beberapa penawaran: kebun anggur pengganti yang lebih baik atau sejumlah uang sebagai pembayaran kebun tersebut. Namun, Nabot tidak ingin menyerahkan kebunnya, yang merupakan milik pusaka nenek moyangnya, kepada Ahab sebagai wujud ketaatannya kepada perintah Tuhan (Bil. 36:7). *Karena penolakan Nabot itulah Ahab kesal hati dan gusar, bahkan berlaku seperti anak kecil yang merajuk dan tidak mau makan.*

Tidak ada yang salah dengan mempunyai keinginan, *tetapi banyak keinginan yang muncul karena nafsu dan kecemburuan terhadap orang lain.* Tidak semua keinginan akan terpenuhi karena belum tentu Tuhan berkenan atau orang lain mau memenuhi keinginan tersebut. *Marilah menguasai hati kita sehingga tidak terjebak oleh keinginan-keinginan yang hanya memuaskan diri sendiri ataupun dosa..* Juga, bersikaplah dewasa apabila keinginan itu tidak atau belum dapat terwujud. 

*HIDUP TIDAK HANYA DIGANTUNGKAN PADA KEINGINAN KITA SENDIRI TETAPI PADA KEHENDAK TUHAN.*

🙏😇
By; *Ps.Lius Lontoh*
(Instagram, Youtube, FB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETEKUNAN

Ibadah Minggu GMK Kapuas, 16 Agustus 2020. Ps. Yusak Yedutun Dalam realita kehidupan, kita  menghadapi tantangan dan permasalahan. Kita memerlukan ketekunan karena kekristenan itu adalah kehidupan. Pada waktu kita percaya Yesus, kehidupan Yesus ada dalam diri kita. Kalau Yesus ada dalam diri kita. Bukankah keajaiban dan mujizat Yesus itu nyata dan luar biasa? Tetapi mengapa dalam realita kehidupan yang kita alami, sepertinya hal itu tidak terjadi? Mengapa? Karena dalam kita menjalani kehidupan ini terkadang diri kita justru tidak percaya akan keajaiban Tuhan bisa terjadi dalam kehidupan kita disebabkan adanya persoalan-persoalan yang kita hadapi. Maka oleh sebab itu diperlukan ketekunan agar kita memiliki iman yang kokoh dan kuat.  Ibrani 10:35-38 (TB)  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. "Sebab sed...